Minggu, 28 April 2013

Cerdas Siapkan Dana Pendidikan Anak

Biaya pendidikan di Indonesia senantiasa meningkat setiap saat. Itu sebabnya, dibutuhkan upaya yang terencana untuk menyiapkan biaya pendidikan anak-anak. Bagaimana menyiapkan biaya pendidikan anak Anda agar ketika si anak memasuki usia sekolah, Anda tidak terlalu terbebani? Berikut tipsnya.

1. Siapkan Anggaran Pendidikan Sedini Mungkin
Anda sebaiknya tidak menunda menyiapkan dana pendidikan  anak Anda. Begitu si kecil sudah memasuki usia 1 tahun, sebaiknya Anda sudah meyiapkan anggaran tabungan pendidikan anak Anda. Pasalnya, tiga tahun kemudian, pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) sudah menunggu anak Anda. Jika Anda sudah mulai merancang biaya pendidikan anak Anda sejak dini, Anda akan memiliki cukup waktu untuk dan cukup dana dalam tabungan untuk kepentingan biaya pendidikan anak Anda.

(Repro)


2. Pisahkan Anggaran Pendidikan dengan Anggaran Lain
Anggaran pendidikan anak Anda haruslah dibuat khusus, terpisah dengan pos anggaran lain. Anda pun harus disiplin, jangan tergoda untuk memanfaatkan dana pendidikan anak untuk kepentingan lain di luar kebutuhan pendidikan anak. Jika Anda memiliki anak lebih dari satu, maka sebaiknya anggaran pendidikan dipisah untuk masing-masing anak.

3. Buat Prediksi tapi Realistis
Anda disarankan membuat prediksi mengenai kebutuhan biaya pendidikan anak Anda. Biasanya, biaya pendidikan meningkat rata-rata 10-20% per tahun. Anda bisa menjadikan biaya pendidikan saat ini sebagai patokan dengan memperhitungkan kemugkinan kenaikan 20-30% saat dana itu dibutuhkan. Anda mesti membuat prediksi lebih tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadinya peningkatan biaya pendidikan di luar prediksi Anda. Kendati begitu, Anda juga tetap harus realistis. Anda jangan terlalu memaksakan diri menyekolahkan anak di sekolah favorit jika memang kemampuan Anda terbatas. Penyisihan dana pendidikan tidak boleh sampai membuat Anda kelaparan.

4. Proporsi Ideal Penyisihan Dana
Idealnya, Anda bisa menyisihkan 20% dari penghasilan Anda dan istri Anda setiap bulan untuk ditabung. Mengapa mesti 20%? Rinciannya: 5% untuk arus kas keuangan keluarga (misalnya, untuk biaya pengobatan anak ketika sakit); 10% untuk tabungan jangka panjang (dana pendidikan, renovasi rumah dan lainnya); serta 5% untuk investasi.

5. Buat Skala Prioritas Kebutuhan
Membuat skala prioritas kebutuhan sangat penting artinya jika kebutuhan hidup Anda sangat banyak dan kemampuan Anda terbatas. Kebutuhan yang bersifat tambahan, bisa Anda sisihkan dulu agar Anda tetap bisa menyisihkan dana pendidikan untuk anak Anda.

6. Memilih Program Penyimpan Dana Pendidikan yang Tepat.

Ada berbagai program penyimpanan dana pendidikan yang ditawarkan berbagai lembaga keuangan. Ada yang berupa tabungan pendidikan atau pun asuransi. Anda perlu mempelajari berbagai produk itu dan pilih yang benar-benar tepat bagi kebutuhan Anda. Produk yang dipilih bisa dalam bentuk tabungan, asuransi atau pun investasi reksa dana. (*)

Tentang Penulis

Made Sujaya

Penulis & Editor

Dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bali, redaktur budaya DenPost Minggu, pengasuh portal balisaja.com

Posting Komentar

 
gubuk sujaya © 2015 - Designed by Templateism.com